Abstract :
Minyak biji labu kuning dengan kandungan flavonoid dan
terpenoid memiliki kemampuan sebagai aktivitas tabir surya. Formulasi dilakukan
dengan menggunakan metode homogenisasi. Tujuan penelitian ini
memformulasikan minyak biji labu kuning menjadi krim nanoemulsi dan
mengevaluasi karakteristik fisik serta aktivitas tabir surya.
Metode: Penelitian eksperimental dimulai dengan skrining fitokimia minyak biji
labu kuning, kemudian formulasi krim nanoemulsi dengan konsentrasi (F1) 0,5%
dan (F2) 1% serta pengujian karakteristik fisik organoleptis, homogenitas, pH,
daya sebar, daya lekat, sentrifugasi, tipe emulsi,viskositas. Pengukuran aktivitas
tabir surya menggunakan metode in vitro secara spektrofotometri UV-Vis,
interval 5 nm dari panjang gelombang 290 nm - 320 nm diukur absorbansinya dan
dianalisis dengan persamaan Mansur. Data karaktetik fisik dan nilai SPF dianalisis
menggunakan Anova One Way taraf kepercayaan 95%.
Hasil: Skrining fitokimia positif flavonoid dan terpenoid. Karakteristik fisik
organoleptis krim nanoemulsi (F1) dan (F2) berwarna putih, homogen dan tidak
terjadi pemisahan fase. Uji pH (F1) 4,33 ± 0,57; (F2) 4,66 ± 0,577; viskositas (F1)
9,58 ± 0,36 cP; (F2) 8,64 ± 0,707. Daya sebar (F1) 3,56 ± 0,34 cm; (F2) 4,86 ±
0,37 cm; daya lekat (F1) 1,4 ± 0,11 detik ; (F2) 1,43 ± 0,07 detik. Nilai SPF krim
nanoemulsi (F1) 5 dan (F2) 6, proteksi sedang hingga ekstra. Analisis (F1) dan
(F2) perbedaan signifikan p=0,000.
Kesimpulan: Konsentrasi nanoemulsi minyak biji labu kuning berpengaruh
terhadap karakteristik fisik daya sebar krim nanoemulsi tetapi tidak berpengaruh
pada daya lekat, viskositas, pH dan nilai SPF.