Abstract :
Stres dapat meningkatkan tekanan darah secara sementara,
tetapi ketika stres berlangsung lama, sistem adrenergik akan diaktifkan,
mengeluarkan katekolamin dan adrenalin, yang menyempitkan pembuluh darah
dan meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah. Orang tua yang
mengalami hipertensi stadium 1 rata-rata mengalami tingkat stres ringan dan
sedang, dengan gejala seperti pusing, kelelahan, dan kesulitan tidur. Stres dapat
meningkatkan tekanan darah secara sementara, tetapi ketika stres berlangsung
lama, sistem adrenergik akan diaktifkan, mengeluarkan katekolamin dan
adrenalin, yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan denyut
jantung, meningkatkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara tingkat stres dengan kejadiaan hipertensi pada lansia di
Puskesmas Boja II.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan cross
sectional dan menggunakan alat ukur Perceived Stres Scale (PSS-10). Tehnik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purpossive sampling, dengan jumlah
responden 123 orang. Tehnik analisis yang dilakukan yaitu dengan Analisis
Spearman.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari 123 responden, 96,7% lansia memliki stres
sedang, 71,5% lansia dengan hipertensi 1.Terdapat hubungan antara tingkat stres
dengan kejadiaan hipertensi pada lansia di Puskesmas Boja II.
Simpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadiaan hipertensi
pada lansia di Puskesmas Boja II. Saran bagi Puskesmas Boja II hendaknya
memiliki strategi untuk mendiagnosis hipertensi pada tahap awal dan mencegah
atau menunda komplikasinya pada kelompok usia ini karena beban hipertensi
cenderung meningkat karena meningkatnya angka harapan hidup.