Abstract :
Gangguan fungsi paru adalah kerusakan atau menurunnya fungsi
paru-paru yang diakibatkan oleh beberapa faktor seperti, debu, asap, gas yang
berbahaya yang terhisap oleh tubuh. Faktor penyebab gangguan fungsi paru lainnya
adalah usia, kebiasaan merokok, kebiasaan berolahraga, gender, penggunaan APD
dan pola hidup yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah
terdapat hubungan antara faktor-faktor dengan ketidak normalan fungsi paru pada
pekerja mebel di Kecamatan Banyumanik.
Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain
analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel menggunakan Quota Sampling dengan jumlah sampel 65 pekerja
menggunakan rumus Snedecor GW & Cochran WG (1967). Instrumen penelitian
adalah lembar kuesioner dan pengukuran fungsi paru menggunakan Peak Flow
Meter. Analisis data penelitian menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat
kemaknaan ?= 0,05.
Hasil: hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara
kebiasaan merokok (p=0,008) dan penggunaan APD masker (p=0,019) dengan
ketidak normalan fungsi paru. Tidak ada hubungan antara divisi kerja (p=0,814),
durasi kerja (p=0,959), dan masa kerja (p=0,349) dengan ketidak normalan fungsi
paru pada pekerja mebel di Kecamatan Banyumanik.
Simpulan: ada hubungan antara kebiasaan merokok dan penggunaan APD masker
terhadap ketidak normalan fungsi paru. Tidak ada hubungan antara divisi kerja,
durasi kerja dan masa kerja terhadap ketidak normalan fungsi paru.