Abstract :
Latar Belakang:penderita gagal ginjal kronik harus melakukan terapi hemodialisa, umunya
pasien Gagal Ginjal Kronik menjalanai terapi hemodialisa dua kali dalam seminggu, dengan cara
tindakan memerlukan waktu tiga sampai empat jam dalam sekali terapi. Lama hemodialisa
berperan penting dalam mempengaruhi kualitas hidup, pasien gagal ginjal
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 orang. Teknik
pengambilan sampel yang di gunakan adalah total sampling. Instrumen yang di gunakan adalah
Kuesioner WHOQOL-BREF (World Health Organization Quality of Life). uji statistik bivariat
menggunakan chi-square test
Hasil: dari total 40 responden, separuhnya, yakni 20 orang (50%), mempunyai kualitas hidup
dalam kategori sedang. Sementara itu, 20 orang responden lainnya (50%) tergolong mempunyai
kualitas hidup yang baik.. Hasil uji statistik bivariat menggunakan chi-square test di peroleh nilai
sig (0,024) < ? (0,05). Ada hubungan yang signifikan antara lama hemodialisis dengan kualitas
hidup pada pasien penyakit ginjal kronik di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan.
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara lama hemodialisis dengan kualitas hidup
pada pasien penyakit ginjal kronik di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan.
Saran : Disarankan kepada pasien penderita gagal ginjal kronis untuk tetap rutin menjalani
terapi hemodialisa serta mematuhi larangan dan anjuran yang diberikan oleh perawat atau dokter,
agar kualitas hidup penderita gagal ginjal kronis menjadi lebih baik
Kata Kunci: Kualitas Hidup, Lama Menjalani Hemodialisa, GGK