DETAIL DOCUMENT
Faktor –Faktor Yang Berhubungan Dengan Sisa Makan Siang Pasien Rawat Inap Isolasi Paru Di Rsud Sultan Suriansyah Banjarmasin Kalimantan Selatan
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Nadiya, Nur
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-10-18 02:43:46 
Abstract :
Latar Belakang: Sisa makanan dikatakan tinggi atau banyak jika pasien meninggalkan sisa makanan ?20%, dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan defisiensi zat-zat gizi (PGRS, 2013). Standar pelayanan minimal (SPM) Instalasi Gizi RSUD Sultan Suriansyah bulan Juli - November 2023 sisa makanan pasien non infeksius yaitu 12,10%. Sedangkan pada ruangan infeksius isolasi paru tidak ada karena belum pernah dilakukan penelitian. Tujuan : Sehingga penelitian dilakukan sebagai bahan evaluasi bagi rumah sakit dan instalasi gizi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat meningkatkan indikator keberhasilan penyelenggaraan makanan di rumah sakit. Metode: Metode yang digunakan cross sectional, objek penelitian diukur atau dikumpulkan hanya satu kali dalam waktu yang sama, penelitian dilakukan selama 1 siklus menu atau 10 hari, 1 jam setelah makan siang didistribusikan, sampel penelitian pasien isolasi paru non-TB non-diet dengan rentang usia dewasa. Data diperoleh dengan formulir Comstock dan kuesioner yang dintegrasikan oleh peneliti melalui googleform. Analisis data menggunakan uji Spearman dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05. Hasil: hasil penelitian menunjukkan sisa makanan pasien dengan kategori banyak sebesar 58,1%, dan faktor yang berhubungan dengan sisa makanan yaitu makanan yang dibawa dari luar rumah sakit dengan hasil p=0,029. Simpulan: faktor yang berhubungan dengan sisa makan siang pasien rawat inap isolasi paru adalah makanan yan dibawa dari luar rumah sakit dengan p=0,029. Kata Kunci : sisa makanan, Comstock, rawat inap non infeksius 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo