Abstract :
Halusinasi merupakan persepsi palsu yang terjadi pada respon
neurobiologis. Halusinasi menimbulkan banyak dampak, salah satunya seseorang
akan kehilangan unsur pengendalian diri serta kemampuan berfikir secara logika.
Kasus ini memerlukan penanganan yang efektif dimana salah satu implementasi
yang diterapkan untuk mengatasi masalah keperawatan gangguan persepsi
sensori : halusinasi penglihatan berupa strategi pelaksanaan menghardik. Karena
masalah keperawatan ini sering muncul kekambuhan yang disebabkan pasien
tidak mampu atau lupa dalam mengontrol halusinasinya.
Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pengelolaan
pasien dengan gangguan persepsi sensori : halusinasi melalui penerapan strategi
pelaksanaan menghardik di Soerojo Hospital.
Metode penulisan yang digunakan adalah metode deskriptif, yang mana
menggambarkan keseluruhan proses pengelolaan gangguan persepsi sensori :
halusinasi penglihatan dengan menekankan implementasi menghardik. proses
pengelolaan dilakukan selama tiga hari dengan menggunakan proses keperawatan.
Proses keperawatan tersebut meliputi pengkajian keperawatan, diagnosis
keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi
keperawatan.
Hasil pengelolaan didapatkan pasien dengan halusinasi penglihatan dan
pendengaran dikarenakan adanya kekambuhan yang berulang dan pasien lupa
bagaimana cara kontrol halusinasinya. Implementasi yang dilakukan pada pasien
tentang menghardik, maka pasien pasien paham tentang menghardik, pasien
mampu menghardik secara mandiri, dan pasien bisa melakukan menghardik
ketika halusinasinya muncul. Pasien sudah terlihat mampu dalam menghardik dan
mau melakukan menghardik.
Bagi masyarakat dan keluarga bisa memberikan motivasi bagi anggota
keluarga yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan.
Keluarga harus lebih aktif mencari informasi dengan menanyakan bagaimana
perawatan selanjutnya ketika di rumah.