Abstract :
Batu ginjal merupakan gangguan klinis akibat terjadinya
sumbatan komponen batu yang mengkristal dan menghambat kerja ginjal pada
kaliks atau pelvis ginjal karena disebabkan oleh gangguan keseimbangan pada
pengendapan dan kelarutan garam di saluran urin serta ginjal akibat adanya
sumbatan (Bangash et al., 2011). Prevalensi terjadinya penyakit batu ginjal
diketahui meningkat setiap tahunnya di seluruh dunia, dan diperkirakan 1-15%
orang menderita penyakit batu ginjal selama hidupnya (Morgan dan Pearle, 2016).
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh obat thiamin, kaptopril,
vitamin E dan herbal 3in1 terhadap kadar oksalat dan malondialdehid pada tikus
induksi etilen glikol.
Metode : Posttest Only With Control Group Design dengan rancangan acak
lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan dibagi
dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (EG), thiamin, kaptopril,
vitamin E dan herbal 3in1. Kelompok kontrol negatif diberi induksi etilen glikol
selama 28 hari dan kelompok thiamin, kaptopril, vitamin E dan herbal 3in1 diberi
induksi etilen glikol selama 14 hari + obat pada hari ke 15-28. Analisis data
menggunakan uji Kruskall-Walllis kemudian dilanjutkan dengan uji Mann-
Whitney.
Hasil : Kadar oksalat tertinggi diperoleh pada kelompok vitamin E (12,50±0,62
%), thiamin (11,54±2,63 %), dan EG (11,52±1,14 %). Sementara itu, kadar
malondialdehid tertinggi yaitu pada kelompok vitamin E dan kaptopril dengan
kadar (12,50±0,62 mg/dL) dan (19,04±9,52 mg/dL) dan disusul oleh kelompok
thiamin dengan kadar (14,63±10,07 mg/dL). Tidak ada perbedaan bermakna
pengukuran kadar oksalat dan malondialdehid pada setiap kelompok perlakuan.
Kesimpulan : Pemberian thiamin, kaptopril, vitamin E dan herbal kamil 3in1
tidak terdapat pengaruh terhadap kadar oksalat ginjal dan malondialdehid plasma
pada tikus yang diinduksi etilen glikol dengan nilai p(<0,05).