Abstract :
Biji labu kuning memiliki kandungan metabolit sekunder yang
berperan sebagai antioksidan. Optimasi formula nanoemulsi minyak biji labu
kuning menggunakan design expert dapat memberikan komposisi optimum untuk
menghasilkan sediaan nanoemulsi stabil dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
menentukan formula optimum nanoemulsi minyak biji labu kuning dengan
karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan dan aktivitas antioksidan yang kuat.
Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dengan formulasi minyak biji labu
kuning sebagai fase minyak, aquadest sebagai fase air, tween 80 dan span 80
sebagai surfaktan, dan PEG 400 sebagai kosurfaktan. Nanoemulsi dikarakterisasi
fisik dengan parameter ukuran partikel, PDI, persen transmitan, organoleptis, pH,
viskositas, tipe nanoemulsi dan uji aktivitas antioksidan metode DPPH. Data
dianalisis menggunakan software SPSS Versi 25.
Hasil: Nanoemulsi minyak biji labu kuning memiliki komposisi optimum dengan
minyak biji labu kuning, kombinasi surfaktan tween 80 7,032%, span 2%, dan
kosurfaktan PEG 400 2,968%. Nanoemulsi minyak biji labu kuning memiliki
karakteristik yang memenuhi persyaratan meliputi ukuran partikel dengan rata-rata
42,36±8,518 nm, nilai PDI dengan rata-rata 0,410±0,036, persen transmitan
90,469±0,186%, organoleptis bentuk cair, tidak berbau, berwarna putih susu, dan
homogen. pH dengan rata-rata 5,173±0,025, viskositas dengan rata-rata 12±0 cP,
dan tipe nanoemulsi O/W. Hasil IC50 kuersetin 9,535±0,055 ppm, IC50 minyak biji
labu kuning 9,466±0,072 ppm, dan IC50 nanoemulsi minyak biji labu kuning hasil
optimasi sebesar 10,557±0,109 ppm.
Kesimpulan: Formula optimum nanoemulsi minyak biji labu kuning yang
dihasilkan design expert memiliki karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan
dan aktivitas antioksidan sangat kuat.