Abstract :
Sebanyak 7 (70%) dari 10 (100%) pasien BPJS dan 6 (60%) dari 10 (100)%
pasien non BPJS rawat jalan di Puskesmas Nogosari menyatakan kurang puas.
Ketidakpuasan tersebut disebabkan oleh kurangnya lahan parkir, kondisi lahan
parkir panas, keamanan tidak terjamin, kondisi lantai kotor, kurangnya kursi ruang
tunggu, waktu tunggu pelayanan di loket pendaftaran lama. Dampak dari
ketidakpuasan pasien tersebut adalah dapat menurunnya mutu pelayanan rawat
jalan di Puskesmas Nogosari. Tujuan penelitian ini yaitu menyusun upaya
perbaikan mutu pelayanan puskesmas berdasarkan analisis tingkat kepuasan
pasien rawat jalan di Puskesmas Nogosari Jember. Jenis penelitian adalah
dekstriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dan jumlah sampel sebanyak 99 responden (pasien rawat jalan).
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat persepsi dan harapan
pasien berdasarkan dimensi mutu pelayanan (reliability, assurance,
responsiveness, empathy, tangible), kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas
Nogosari Jember dan upaya perbaikan mutu pelayanan puskesmas. Hasil
penelitian didapatkan tingkat kepuasan pasien rawat jalan berdasarkan dimensi
reliability memiliki nilai total gap sebesar -0,80 (kurang memuaskan), assurance
sebesar -1,44 (kurang memuaskan), responsiveness sebesar -0,27 (kurang
memuaskan), empathy sebesar -0,36 (kurang memuaskan), dan dimensi tangible
sebesar -1,13 (kurang memuaskan). Upaya perbaikan mutu pelayanan yang dapat
dilakukan antara lain kepala puskesmas melakukan pengajuan tentang pelatihan
komunikasi efektif dan service exellence, fasilitas tempat parkir yang aman dan
nyaman, melakukan evaluasi secara rutin ketepatan waktu kehadiran petugas,
mengajukan anggaran untuk pendingin ruangan di ruang tunggu, mendatangkan
bantuan air serta pihak yang bertanggung jawab atas IT dapat memperbaiki
sistem antrian elektronik Puskesmas Nogosari.
Kata kunci : puskesmas, mutu pelayanan, persepsi, harapan, kepuasan
viii